Siswa SD Seberaya Meninggal Setelah Vaksinasi, Dinas Pendidikan Karo Akui Tak Terima Laporan Kegiatan

REDAKSI SUMUT

- Redaksi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:41 WIB

5095 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARO — Seorang siswa kelas V SD 047164 Seberaya, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, bernama Felicia Karo Sekali (11), dilaporkan meninggal dunia setelah sebelumnya mendapatkan suntikan vaksinasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, siswa tersebut mendapatkan vaksinasi pada Rabu (5/8/2026) dari tenaga medis Puskesmas Tiga Panah, Dinas Kesehatan Karo. Setelah vaksinasi, korban disebut mengalami peningkatan suhu tubuh dan kemudian dibawa untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Setelah menjalani perawatan selama sekitar tiga hari, korban dilaporkan meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ayah korban Fransius Karo Sekali, menjelaskan dirinya tidak mengetahui adanya kegiatan suntikan vaksin tersebut. Dikarenakan pihak sekolah juga tidak ada pemberitahuan kepada orang tua. Dirinya mengetahui hal tersebut, usai korban melaporkan kalau sudah mendapatkan suntikan vaksin.

“Saya tahu vaksin itu dari anak saya, dia bilang kalau tadi di sekolah di suntik vaksin. Tapi tidak ada pemberitahuan dari pihak sekolah kepada orang tua,” jelasnya saat dikonfirmasi awak media, Rabu (12/08/2026) siang.

Usai mendapatkan vaksin, kondisi korban lemah dan suhu tubuh mengalami peningkatan. Karena sangat mengkhawatirkan, korban dibawa ke bidan desa. Namun karena tak kunjung membaik, korban dirujuk ke rumah sakit Amanda untuk mendapatkan perawatan.

“Jadi setelah di vaksin, anak kita itu langsung drop, dan badannya itu panas tinggi. Sempat kami bawa ke bidan desa, tapi panasnya tak turun juga. Makanya kami bawa ke Amanda,” terangnya dengan mata yang berkaca-kaca.

Setelah itu korban pun mendapatkan perawatan di rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong lagi.

“Sesampainya kami di rumah sakit, anak kami langsung mendapat infus dan rontgen. Terus langsung masuk ke ruang ICU, karena kondisinya memburuk. Dan 3 hari dirawat, anak kami meninggal dunia,” ungkapnya sambil berusaha menahan tangisnya.

Dirinya pun berharap kepada pihak terkait untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Menurutnya untuk proses vaksin, harus ada pemberitahuan dan persetujuan dari orang tua.

“Saya sangat berharap, agar bertanggung jawab atas meninggalnya anak saya. Saya ingin tahu bagaimana prosedur vaksin ini, kenapa tidak ada pemberitahuan sama sekali kepada orang tua. Saya menitipkan anak saya di sekolah untuk di didik, bukan untuk divaksin,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Puskesmas Tiga Panah, Lenny Florenta Sinulingga, bungkam dan tidak menjawab konfirmasi terkait kejadian ini

Namun, hubungan sebab-akibat antara vaksinasi dan meninggalnya korban masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis dan investigasi pihak berwenang.
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Karo, Hery Ginting, saat diwawancarai awak media mengaku pihaknya tidak mengetahui adanya kegiatan vaksinasi di sekolah tersebut.

“Kami dari Dinas Pendidikan tidak mengetahui adanya kegiatan suntik vaksin tersebut,saya mengetahui setelah kepala sekolah datang kemari dan memberitahukan kalau ada siswanya yang opname di rumah sakit,” jelas Hery saat dikonfirmasi di Kantor Dinas Pendidikan Karo, Jalan Veteran, Kecamatan Kabanjahe, Kamis (13/8/2026).

Menurut Hery, pihak sekolah juga tidak memberikan surat pemberitahuan kepada Dinas Pendidikan Karo terkait adanya kegiatan vaksinasi tersebut. Dinas Pendidikan juga mengaku tidak mengetahui jenis vaksin yang diberikan.

Wajib Ada Persetujuan Orang Tua

Hery menjelaskan, kegiatan vaksinasi di lingkungan sekolah semestinya mengikuti prosedur, termasuk pemberitahuan kepada orang tua dan memperoleh persetujuan mereka.

“Sesuai prosedurnya, pihak sekolah harus memberitahukan jika ada kegiatan vaksin kepada orang tua, agar orang tua bisa mengetahui. Apakah bisa diberikan izin atau tidak, karena orang tua yang paham bagaimana kondisi kesehatan anak, apa bisa divaksin atau tidak,” terangnya.

Terkait dugaan kelalaian maupun kemungkinan adanya sanksi, Hery mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pimpinan dan pihak sekolah untuk mengetahui secara jelas kronologi serta prosedur yang telah dijalankan.

“Untuk hal ini mengenai kelalaian, ataupun sanksi atau apa pun itu kita koordinasi dulu dengan pimpinan dan kepala sekolah. Apa sebenarnya yang terjadi, sehingga kita dapat mengetahui langkah yang akan kita ambil,” ungkapnya.

Dinas Pendidikan Akan Keluarkan Surat Edaran

Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, Dinas Pendidikan Karo berencana mengeluarkan surat edaran kepada seluruh sekolah dasar di Kabupaten Karo.

Surat tersebut nantinya meminta setiap sekolah melaporkan kegiatan yang berkaitan dengan layanan kesehatan, termasuk pemberian obat maupun vaksinasi.
“Jadi saat ini kita akan berikan surat edaran kepada seluruh sekolah SD agar wajib memberikan laporan kalau ada kegiatan di sekolah yang berbentuk kesehatan, baik itu pemberian obat, vaksin dan yang lain. Kita antisipasi ke depannya agar kejadian ini tidak terulang lagi,” tegas Hery.

Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian dan memerlukan penelusuran lebih lanjut, khususnya terkait pelaksanaan vaksinasi di sekolah, persetujuan orang tua, jenis vaksin yang diberikan, serta kondisi medis korban sebelum dan setelah vaksinasi.
(Nico)

Berita Terkait

Luruskan Isu Miring, Kadis Kesehatan Karo Tegaskan Surat Bupati Sifatnya Perintah Tindak Lanjut BPK, Bukan Teguran
Warga Kabanjahe Apresiasi Langkah Cepat Pemkab Karo Atasi Banjir Lewat Revitalisasi Saluran Drainase
IMKA Minta Bupati Karo Tertibkan Tempat Hiburan Malam, Dinilai Bukan Budaya Karo
Kasus Koperasi KMGR Berbuntut Panjang, PDIP Karo Jadwalkan Pemanggilan Ulang Kader Terlapor
Pasca Aksi Protes Anggota KMGR, Surat Undangan Sharing Pengurus dan Anggota Disorot
Buruh Tani Laporkan Dugaan Penggelapan Dana Koperasi ke DPC PDI Perjuangan Karo
Residivis Curi iPad, iPhone 13 dan Laptop di Kabanjahe, Ditangkap Tim Cobra
Kecewa Simpanan Dikoperasi Mega Gotong-Royong Tidak Kunjung Cair, Warga Desa Bintang Meriah Sampaikan Aspirasi ke DPRD Karo

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:31 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 01:02 WIB

Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Polres Gayo Lues Gelar Donor Darah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:12 WIB

TMMD ke-130 TA 2026 Resmi Dibuka di Gayo Lues, Fokus Bangun Infrastruktur dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Kapolres Gayo Lues Pimpin Sertijab Wakapolres dan Sejumlah PJU

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:21 WIB

Kapolres Gayo Lues Beri Kejutan di HUT TNI Ke-81, Tegaskan Sinergitas TNI-Polri

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:51 WIB

9 BULAN PASCA-LONGSOR: Hak Sewa Alat Berat Mandeg, Realisasi Janji Darurat BPBD Gayo Lues Dipertanyakan

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:33 WIB

Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolres Gayo Lues: Tingkatkan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

Berita Terbaru