KABANJAHE — Dinamika internal Koperasi Serba Usaha (KSU) Mega Gotong Royong Bersama Karo (KMGR) kembali menjadi perhatian publik. Hal itu menyusul beredarnya surat undangan resmi dari pengurus koperasi tertanggal 22 September 2026, setelah sebelumnya anggota koperasi dari Desa Bintang Meriah menggelar aksi spontan di Kantor DPRD Kabupaten Karo.
Surat yang ditandatangani Ketua Pengurus KMGR, Dra. Lusia Sukatendel, M.Sp., yang juga tercatat sebagai anggota DPRD Kabupaten Karo dari Fraksi PDI Perjuangan, tersebut mengundang seluruh pengurus dan anggota KMGR se-Kabupaten Karo untuk menghadiri kegiatan bertajuk “Sharing Pengurus dan Anggota”.
Kegiatan itu dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 23 September 2026, bertempat di Kantor Koperasi Mega Gotong Royong, Perumahan Jokowi, Desa Sugihen, Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo.
Namun, munculnya surat undangan tersebut mendapat sorotan dari sejumlah pihak, terutama anggota yang mengaku masih memiliki persoalan terkait pencairan dana simpanan mereka.
Sejumlah pihak mempertanyakan urgensi pertemuan tersebut di tengah tuntutan anggota yang menginginkan kejelasan mengenai dana simpanan yang disebut telah tertahan dalam kurun waktu cukup lama.
Bagi para anggota yang menyampaikan keluhan, persoalan utama bukan sekadar komunikasi atau konsolidasi internal, melainkan kejelasan mengenai status dana, mekanisme pencairan, serta pertanggungjawaban pengelolaan dana simpan pinjam koperasi.
Mereka berharap pengurus KMGR dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi keuangan koperasi, termasuk alasan terjadinya keterlambatan pencairan dana anggota serta langkah konkret yang akan dilakukan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Tuntutan Transparansi
Pasca aksi di Kantor DPRD Kabupaten Karo, para anggota yang menyampaikan aspirasi juga meminta agar persoalan tersebut tidak berhenti pada pertemuan atau kegiatan seremonial.
Mereka menginginkan adanya penjelasan yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai hak-hak keuangan anggota, khususnya anggota dari Desa Bintang Meriah yang mengaku mengalami kendala dalam pencairan simpanan.
Sejumlah warga yang mayoritas berprofesi sebagai buruh tani berharap pengurus koperasi membuka informasi secara transparan agar tidak menimbulkan semakin banyak spekulasi di tengah anggota.
Pertanyaan mengenai berapa jumlah dana yang masih tertahan, bagaimana kondisi keuangan koperasi, kapan dana anggota dapat dicairkan, serta apa langkah pengurus untuk menyelesaikan persoalan tersebut menjadi hal yang dinilai perlu dijelaskan kepada anggota.
Selain meminta pertanggungjawaban dari internal koperasi, para anggota juga berharap pihak-pihak terkait dapat memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut sesuai dengan kewenangan masing-masing.
Hingga berita ini ditulis, sorotan terhadap persoalan pencairan dana anggota masih bergulir. Publik dan para anggota koperasi kini menantikan penjelasan resmi serta langkah konkret dari pengurus KMGR dalam menyelesaikan persoalan yang dikeluhkan tersebut.(Nico)




































