Agustus 2026 Azanuddin Kurnia Terima Dua Penghargaan Bergengsi

NASIONAL TRIBUN

- Redaksi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:45 WIB

5013 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, IPU ASEAN Eng pada acara Hari Damai XXI di Gedung Balai Meuseuraya Aceh pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menerima penghargaan dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf melalui Ketua BRA Jamaluddin, SH, M.Kn. Acara Hari Damai kali ini mengambil tema “Dignity, Justice, and Hope”.

Pemerintah Aceh kali ini memberikan penghargaan kepada puluhan tokoh yang terkait dengan perdamaian, menjaga perdamaian, dan juga kepada pihak-pihak yang ikut membantu dalam pembangunan lahan pertanian reintegrasi, pelaksanaan penyelesaian konflik secara damai, menyeluruh, berkelanjutan, dan bermartabat dalam kerangka NKRI.

Belum genap sebulan, Azanuddin Kurnia kembali menerima penghargaan pada acara Serambi Award yang mengusung tema “Gebrakan Sang Pemimpin”. Malam penghargaan Serambi Award 2026 dilaksanakan di Gedung AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala pada Sabtu malam, tanggal 29 Agustus 2026, berlangsung dengan meriah. Kegiatan tersebut menjadi panggung apresiasi bagi para tokoh dan lembaga yang dinilai memberikan dedikasi, terobosan, serta kontribusi bagi pembangunan dan kehidupan sosial kemasyarakatan di Aceh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemimpin Redaksi (Pemred) Serambi Indonesia, Zainal Arifin M. Nur, mengatakan apresiasi ini bukan sekadar penghargaan simbolis, melainkan pengakuan atas ketangguhan Aceh dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang melanda pada akhir tahun lalu, serta dalam menata kembali kehidupan masyarakat di tengah tantangan ekonomi dan politik dunia yang penuh gejolak.

Pemerintah Aceh menerima penghargaan pada ajang tersebut dalam kategori “Kolaborator Strategis dalam Penanganan Bencana di Aceh” dan diterima oleh Taufik, S.T., M.Si., selaku Plt. Sekda Aceh yang hadir mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Selain Pemerintah Aceh, penghargaan juga diberikan kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf dalam kategori “Pemimpin untuk Aceh Bangkit”. Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir, turut menerima penghargaan dalam kategori “Srikandi Pemulihan Aceh”.

Sejumlah pejabat lain juga menerima penghargaan pada ajang tersebut, di antaranya Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil), Ketua DPRA Zulfadhli, Kajati Aceh Teuku Rahmatsyah, Kapolda Aceh, Pangdam Iskandar Muda, serta sejumlah bupati dan wali kota dan tokoh maupun lembaga lainnya.

Sekda Aceh Taufik saat membacakan sambutan Gubernur menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh memberikan apresiasi kepada Serambi Indonesia atas penyelenggaraan Serambi Award 2026. Menurut Gubernur, momentum tersebut menjadi ruang untuk melihat kembali berbagai kerja dan pengabdian, sekaligus memberikan penghargaan kepada mereka yang telah memberikan arti bagi masyarakat.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Safrizal ZA, dalam menjalankan tugas tersebut, Safrizal menjadi salah satu penghubung dalam mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi di sejumlah wilayah Aceh yang terdampak bencana. Safrizal mengapresiasi penyelenggaraan Serambi Awards 2026.

Ia menilai media memiliki posisi penting dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, terutama ketika daerah sedang menghadapi situasi bencana.

Menurutnya, penghargaan tersebut tidak semata-mata menjadi bentuk pengakuan terhadap individu, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat kolaborasi dalam menghadirkan perubahan yang berdampak bagi masyarakat.

Azanuddin Kurnia dianggap memiliki kontribusi penting dalam melakukan pemulihan sawah pascabencana, baik pada kategori sawah rusak ringan, rusak sedang, maupun rusak berat. Rusak ringan dan rusak sedang, Insya Allah, ditangani langsung pada tahun ini dan diharapkan akhir tahun bisa selesai semua sekitar 40.852 ha.

Azanuddin Kurnia merasa bersyukur atas penghargaan yang didapat sudah 2x dalam waktu yang berdekatan. Dia mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda Aceh, staf Distanbun, Kementan, kabupaten/kota, para petani dan pekebun Aceh, serta seluruh pihak yang sudah berkolaborasi selama ini dan untuk ke depannya.

“Terkhusus kepada Serambi Indonesia, saya tidak menyangka akan mendapatkan ini. Ini adalah Anugerah Sang Pencipta, tinggal kita lah yang harus tahu dan mampu menerjemahkan dalam bentuk rasa syukur dan bersabar ketika ditimpa musibah.”

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Azanuddin Kurnia sering memberikan masukan untuk proses penanganan sawah rusak berat melalui empat skema atau strategi.

Pertama, lumpur di sawah dimanfaatkan sebagai bahan galian C untuk berbagai proyek pemerintah ataupun lainnya.

Kedua, dengan menanam tanaman muda yang sesuai dengan kondisi lahan, seperti bawang merah, cabai merah, jagung, ubi kayu, sayuran, ataupun tanaman lain yang disukai oleh petani atau masyarakat. Hal ini sudah dilakukan oleh masyarakat seperti di Pidie Jaya, Aceh Tamiang, dan lainnya. Tetapi konsep ini hanya bersifat sementara sambil menunggu sawah direhab untuk kembali kepada kondisi semula.

Ketiga, dengan menjadikan material tersebut menjadi bahan baku untuk bata ringan atau bata merah. Kolaborasi yang selama ini dengan Forum Zakat, BRIN, Nurul Hayat, dan USK perlu terus ditingkatkan dalam bentuk yang lebih luas.

Keempat, dengan melakukan rehab sawah rusak berat untuk mengembalikan seperti sawah sebelum bencana. (*)

Berita Terkait

Wakil Ketua DPRA Ali Basrah: Soal Anggaran JKA Tak Bisa Tergesa, APBA Perubahan Harus Ikuti PP 12/2019
TEROR TERHADAP WARTAWAN FRN ACEH MAKIN BRUTAL! Agus Suriadi Minta Kapolda Perintahkan Kapolres Subulussalam Ringkus Semua Pelaku, Dari OTK Hingga Dalang Intimidasi di Kantor Desa
Polres Aceh Tenggara Raih Juara II Lomba Video Pendek Pamapta Polda Aceh 2026, Terima Penghargaan Langsung dari Kapolda
Penegakan Hukum Dinilai Tebang Pilih, LSM: Jangan Jadikan Pengguna Sebagai Kambing Hitam
Sekjen DPW Fanst Respon Aceh Desak Kapolda Bentuk Tim Lapangan Tangani Kayu Gelondongan Pascabanjir
Sekjen DPW FANST Respons Counter Polri Nusantara Aceh: “Tangkap Dan Sikat Habis Mafia Illegal Logging Tanpa Pengecualian”
Solidaritas Pemuda Mahasiswa Aceh Selatan Serukan Dukungan Moral untuk Pemerintah dan Kepemimpinan Bupati H. Mirwan
Tak Patuhi Sanksi Penghentian Operasional, Dua Pabrik Industri Kayu di Gayo Lues Ditegur Gubernur Aceh secara Resmi

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 16:28 WIB

Kajari Karo Lantik Tiga Pejabat Struktural, Tekankan Integritas dan Profesionalisme

Sabtu, 5 September 2026 - 16:37 WIB

Pemkab Karo Bantah Konflik Kepentingan dalam Penyaluran CSR Beasiswa ke SMA Unggul Bina Kasih Nusantara

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:55 WIB

Polres Simalungun Bantah Penerbitan SIM Baru di Layanan SIM Keliling, Keberatan Foto Kapolres Digunakan Tanpa Konfirmasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Siswa SD Seberaya Meninggal Setelah Vaksinasi, Dinas Pendidikan Karo Akui Tak Terima Laporan Kegiatan

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Sulit Dikonfirmasi Awak Media, Akses Komunikasi Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Karo Dipertanyakan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:32 WIB

𝙋𝙚𝙣𝙚𝙗𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙆𝙖𝙮𝙪 𝙂𝙪𝙣𝙖 𝙈𝙚𝙢𝙗𝙖𝙣𝙜𝙪𝙣 𝙂𝙚𝙧𝙚𝙟𝙖, 𝙅𝙚𝙨𝙚 𝙏𝙤𝙜𝙖𝙩𝙤𝙧𝙤𝙥 𝙅𝙖𝙡𝙖𝙣𝙞 𝙎𝙞𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞 𝙋𝙉 𝙆𝙖𝙗𝙖𝙣𝙟𝙖𝙝𝙚

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:58 WIB

𝙍𝙚𝙡𝙖𝙬𝙖𝙣 𝙋𝙞𝙣𝙠 𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙁𝙤𝙧𝙪𝙢 𝙋𝙚𝙩𝙖𝙣𝙞 𝘽𝙪𝙣𝙜𝙖 𝙆𝙖𝙧𝙤 𝙈𝙚𝙣𝙙𝙖𝙩𝙖𝙣𝙜𝙞 𝙆𝙖𝙣𝙩𝙤𝙧 𝘿𝙞𝙨𝙥𝙚𝙧𝙞𝙣𝙙𝙖𝙜 𝙆𝙖𝙧𝙤

Senin, 13 Juli 2026 - 14:27 WIB

Dari Pengakuan Marga Purba Dari Kesain Rumah Jahe Status Kepemilikan Tanah Lokasi RSUD Kabanjahe Menemui Babak Baru

Berita Terbaru

SUBULUSSALAM

Putusan NO Tak Menghapus Jejak Dokumen dalam Sengketa Lae Saga

Sabtu, 5 Sep 2026 - 23:08 WIB

error: Content is protected !!