Apresiasi untuk Kinerja Polres Aceh Tenggara, Dinilai Berhasil Memberikan Rasa Aman dan Harapan bagi Masyarakat

NASIONAL TRIBUN

- Redaksi

Senin, 13 April 2026 - 19:42 WIB

5022 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH (13/4/2026) – Di tengah derasnya arus peredaran narkotika yang kian mengkhawatirkan, secercah harapan muncul dari Aceh Tenggara. Sepanjang tahun ini, jajaran Polres Aceh Tenggara kembali menunjukkan taringnya dalam memerangi peredaran gelap narkoba. Keberhasilan demi keberhasilan dalam menggagalkan upaya penyelundupan dan menangkap para pengguna menjadi bukti nyata komitmen aparat penegak hukum di wilayah tersebut. Apresiasi pun mengalir dari berbagai pihak, salah satunya dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Yahdi Hasan Ramud, M.Kom., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi VII DPRA.

Yahdi Hasan menilai, langkah tegas yang diambil Kapolres AKBP Yulhendri beserta jajaran Satres Narkoba, Satintelkam, dan Satreskrim merupakan bentuk perlindungan konkret terhadap masyarakat Aceh Tenggara. Ia menegaskan, keberhasilan ini bukan sekadar capaian institusi, melainkan juga cerminan konsistensi dalam menjalankan mandat negara. “Langkah tegas yang dilakukan Kapolres AKBP Yulhendri beserta Satres Narkoba, Satintelkam, dan Satreskrim patut kita apresiasi. Ini merupakan bentuk nyata perlindungan terhadap masyarakat Aceh Tenggara,” ujar Yahdi Hasan dalam keterangannya.

Pemberantasan narkoba di Aceh Tenggara, menurut Yahdi, sejalan dengan misi besar Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ia menekankan, upaya ini merupakan mandat langsung dari kepala negara yang harus dijalankan tanpa kompromi. Dalam pandangannya, keberhasilan Polres Aceh Tenggara adalah bagian dari komitmen menjaga stabilitas nasional, dimulai dari tingkat daerah. “Polres Aceh Tenggara telah bekerja sesuai dengan koridor yang diperintahkan Presiden dan selaras dengan keinginan masyarakat. Ini adalah bagian dari komitmen besar dalam menjaga stabilitas nasional dari tingkat daerah,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apresiasi terhadap kinerja Polres Aceh Tenggara juga datang dari berbagai elemen masyarakat. Tokoh adat, pemuka agama, hingga para orang tua di Aceh Tenggara menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras aparat yang telah berupaya maksimal menekan peredaran narkoba. Mereka menilai, keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada keamanan wilayah, tetapi juga memberikan rasa aman dan optimisme bagi masa depan generasi muda. Banyak orang tua yang merasa lebih tenang, terutama dalam menjaga anak-anak mereka dari bahaya narkoba. Di sisi lain, generasi muda Aceh Tenggara mendapat pesan kuat bahwa negara hadir dan tidak akan membiarkan masa depan mereka dirusak oleh zat adiktif.

Fakta di lapangan menunjukkan, peredaran narkoba di Aceh Tenggara memang menjadi ancaman serius. Wilayah ini, yang berbatasan langsung dengan beberapa provinsi lain, kerap menjadi jalur transit bagi para pelaku kejahatan narkotika. Tidak jarang, aparat harus berhadapan dengan jaringan yang terorganisir dan memiliki modus operandi yang kian canggih. Namun, di bawah kepemimpinan AKBP Yulhendri, Polres Aceh Tenggara mampu membongkar sejumlah kasus besar, mulai dari pengungkapan jaringan pengedar hingga penangkapan pengguna di berbagai kecamatan. Operasi yang digelar secara rutin dan terukur, didukung oleh kerja sama lintas satuan, menjadi kunci keberhasilan dalam menekan angka peredaran narkoba di wilayah hukum setempat.

Dampak dari upaya pemberantasan ini tidak hanya dirasakan oleh aparat penegak hukum, tetapi juga oleh masyarakat luas. Yahdi Hasan menegaskan, penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh tanpa pandang bulu. Ia mengingatkan, narkoba adalah ancaman laten yang tidak hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga menghancurkan tatanan sosial dan nilai-nilai agama yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Aceh. “Kami berharap penegakan hukum ini dilakukan secara menyeluruh tanpa pandang bulu. Hal ini sangat krusial karena menyangkut Program Pemerintah Aceh dalam memperkuat ketahanan sosial, terutama dalam melindungi generasi muda,” tegas Yahdi.

Apresiasi juga diberikan atas keberanian dan dedikasi para anggota kepolisian yang kerap menghadapi risiko besar dalam menjalankan tugas. Tidak jarang, mereka harus berhadapan langsung dengan jaringan pengedar yang nekat dan berbahaya. Namun, semangat untuk menjaga Aceh Tenggara tetap bersih dari narkoba menjadi motivasi utama. Masyarakat pun diimbau untuk terus mendukung dan bekerja sama dengan aparat, melaporkan setiap aktivitas mencurigakan, serta aktif dalam upaya pencegahan di lingkungan masing-masing.

Aceh, yang dikenal sebagai Serambi Mekkah, memiliki nilai-nilai agama dan budaya yang kuat. Namun, ancaman narkoba tetap mengintai, merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. Yahdi Hasan mengingatkan, jangan pernah memberi ruang bagi para pengedar. Generasi muda harus diselamatkan agar tatanan sosial dan nilai-nilai agama tetap terjaga. “Jangan beri ruang bagi pengedar. Generasi muda kita harus diselamatkan agar tatanan sosial dan nilai-nilai agama di bumi Serambi Mekkah tetap terjaga dari pengaruh zat adiktif yang merusak ini,” pungkasnya.

Keberhasilan Polres Aceh Tenggara dalam memberantas narkoba menjadi inspirasi bagi daerah lain. Namun, perjuangan belum usai. Tantangan ke depan masih besar, terutama dalam menghadapi jaringan yang terus beradaptasi dengan berbagai cara. Diperlukan komitmen berkelanjutan, baik dari aparat, pemerintah, maupun masyarakat, untuk memastikan Aceh Tenggara tetap menjadi wilayah yang aman dan bersih dari narkoba. Di tengah segala keterbatasan, harapan tetap menyala, bahwa generasi muda Aceh akan tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang sehat, bermartabat, dan berdaya saing tinggi. (RED)

Berita Terkait

BPJN 3.5 Diduga Lalai, Proyek Pengaspalan Medan-Kutacane Tanpa Penyiraman Sebabkan Warga Terdampak Debu dan Terancam Kesehatan
Pelukan Terakhir di Bumi Sepakat Segenep, Kapolres Aceh Tenggara Berpamitan kepada Purnawirawan
Putusan Adat di Jambur Lak-lak Dihujani Tanda Tanya, Jual Tanah dan Rumah Sendiri Kok Dianggap Penyalahgunaan Jabatan
Pengabdian yang Tulus Selalu Meninggalkan Jejak, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Pemusnahan 161,9 Kilogram Ganja
80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat, Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Tenggara Berlangsung Khidmat
Senyum Anak Yatim Menghiasi Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Penuh Kasih
Ucapan Terima Kasih Keluarga Besar Joyce Christine Br. Hutauruk
AKBP Yulhendri Dorong Kedekatan Polisi dan Warga Lewat Nobar Piala Dunia

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 16:28 WIB

Kajari Karo Lantik Tiga Pejabat Struktural, Tekankan Integritas dan Profesionalisme

Sabtu, 5 September 2026 - 16:37 WIB

Pemkab Karo Bantah Konflik Kepentingan dalam Penyaluran CSR Beasiswa ke SMA Unggul Bina Kasih Nusantara

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:55 WIB

Polres Simalungun Bantah Penerbitan SIM Baru di Layanan SIM Keliling, Keberatan Foto Kapolres Digunakan Tanpa Konfirmasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Siswa SD Seberaya Meninggal Setelah Vaksinasi, Dinas Pendidikan Karo Akui Tak Terima Laporan Kegiatan

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Sulit Dikonfirmasi Awak Media, Akses Komunikasi Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Karo Dipertanyakan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:32 WIB

𝙋𝙚𝙣𝙚𝙗𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙆𝙖𝙮𝙪 𝙂𝙪𝙣𝙖 𝙈𝙚𝙢𝙗𝙖𝙣𝙜𝙪𝙣 𝙂𝙚𝙧𝙚𝙟𝙖, 𝙅𝙚𝙨𝙚 𝙏𝙤𝙜𝙖𝙩𝙤𝙧𝙤𝙥 𝙅𝙖𝙡𝙖𝙣𝙞 𝙎𝙞𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞 𝙋𝙉 𝙆𝙖𝙗𝙖𝙣𝙟𝙖𝙝𝙚

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:58 WIB

𝙍𝙚𝙡𝙖𝙬𝙖𝙣 𝙋𝙞𝙣𝙠 𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙁𝙤𝙧𝙪𝙢 𝙋𝙚𝙩𝙖𝙣𝙞 𝘽𝙪𝙣𝙜𝙖 𝙆𝙖𝙧𝙤 𝙈𝙚𝙣𝙙𝙖𝙩𝙖𝙣𝙜𝙞 𝙆𝙖𝙣𝙩𝙤𝙧 𝘿𝙞𝙨𝙥𝙚𝙧𝙞𝙣𝙙𝙖𝙜 𝙆𝙖𝙧𝙤

Senin, 13 Juli 2026 - 14:27 WIB

Dari Pengakuan Marga Purba Dari Kesain Rumah Jahe Status Kepemilikan Tanah Lokasi RSUD Kabanjahe Menemui Babak Baru

Berita Terbaru

SUBULUSSALAM

Putusan NO Tak Menghapus Jejak Dokumen dalam Sengketa Lae Saga

Sabtu, 5 Sep 2026 - 23:08 WIB

error: Content is protected !!