Gubernur Aceh Canangkan Tes Baca Al-Qur’an sebagai Syarat Masuk Sekolah dan Seleksi TNI-Polri di Daerah

NASIONAL TRIBUN

- Redaksi

Minggu, 2 November 2025 - 18:17 WIB

50255 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIDIE JAYA — Pemerintah Aceh berencana menjadikan kemampuan membaca Al-Qur’an sebagai syarat wajib dalam seleksi masuk sekolah formal dan institusi kenegaraan seperti TNI dan Polri di provinsi tersebut. Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, saat membuka ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 tingkat Provinsi Aceh di halaman Kantor Bupati Pidie Jaya, Sabtu malam, 1 November 2025.

Dalam pidatonya yang disaksikan ribuan masyarakat serta tokoh-tokoh penting daerah, Gubernur yang akrab disapa Mualem itu menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya akan dijadikan bagian dari pendidikan keagamaan, tetapi ditempatkan sebagai fondasi utama dalam sistem pendidikan Aceh.

“Ke depan, sesuai dengan visi dan misi kami, masuk SMP dan SMA akan ada tes membaca Al-Qur’an. Begitu juga ketika ingin mendaftar jadi anggota TNI dan Polri. Insya Allah, akan kami programkan mulai sekarang agar Aceh lebih maju dan makmur dalam nilai-nilai Islam,” ujar Mualem.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebijakan tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya Pemerintah Aceh dalam memperkuat peran Al-Qur’an sebagai landasan kehidupan sosial, pendidikan, dan pemerintahan di daerah. Bagi Mualem, membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an merupakan kunci keberhasilan generasi Aceh di masa depan.

“Al-Qur’an akan menyelamatkan kita di dunia dan akhirat. Apalagi kita di Aceh, yang dikenal sebagai Serambi Mekkah. Maka, Al-Qur’an adalah segalanya bagi kita,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an, khususnya menjelang bulan suci Ramadan yang akan segera tiba. Menurutnya, geliat kegiatan keagamaan seperti MTQ harus dimaknai sebagai momentum kebangkitan spiritual warga Aceh, terutama generasi muda.

MTQ Aceh ke-37 ini dibuka secara resmi dengan penekanan sirine oleh Gubernur Muzakir Manaf, didampingi Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah, dan Sekda Aceh M. Nasir. Acara turut dihadiri lengkap oleh Wali Kota dan Bupati dari seluruh kabupaten/kota se-Aceh.

Dalam pembukaan tersebut, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, secara simbolis menyerahkan kembali piala bergilir juara umum kepada panitia provinsi sebelum kompetisi secara resmi dimulai. Ajang dua tahunan ini mempertemukan qari dan qariah terbaik dari seluruh penjuru Aceh untuk berlomba dalam berbagai cabang tilawah, tahfiz, tafsir, dan syarhil Qur’an.

Gubernur juga menitip harapan agar MTQ tidak hanya menjadi ajang lomba formal, tetapi ruang penguatan persatuan umat dan penyemai nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat. Ia menyebut, partisipasi generasi muda di MTQ menjadi cermin bahwa gairah terhadap Al-Qur’an masih hidup di tengah kehidupan modern.

“MTQ bukan hanya soal suara yang indah dalam membaca Al-Qur’an. Lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai di dalam Al-Qur’an hadir dan mewujud menjadi karakter kita dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Ajang MTQ ke-37 Provinsi Aceh akan berlangsung selama satu pekan di Pidie Jaya. Ribuan peserta dari seluruh kabupaten/kota bersaing dalam kompetisi yang bertujuan meninggikan syiar Islam dan mempererat ukhuwah antarwarga se-Aceh.

Berita Terkait

Agustus 2026 Azanuddin Kurnia Terima Dua Penghargaan Bergengsi
Wakil Ketua DPRA Ali Basrah: Soal Anggaran JKA Tak Bisa Tergesa, APBA Perubahan Harus Ikuti PP 12/2019
TEROR TERHADAP WARTAWAN FRN ACEH MAKIN BRUTAL! Agus Suriadi Minta Kapolda Perintahkan Kapolres Subulussalam Ringkus Semua Pelaku, Dari OTK Hingga Dalang Intimidasi di Kantor Desa
Polres Aceh Tenggara Raih Juara II Lomba Video Pendek Pamapta Polda Aceh 2026, Terima Penghargaan Langsung dari Kapolda
Penegakan Hukum Dinilai Tebang Pilih, LSM: Jangan Jadikan Pengguna Sebagai Kambing Hitam
Sekjen DPW Fanst Respon Aceh Desak Kapolda Bentuk Tim Lapangan Tangani Kayu Gelondongan Pascabanjir
Sekjen DPW FANST Respons Counter Polri Nusantara Aceh: “Tangkap Dan Sikat Habis Mafia Illegal Logging Tanpa Pengecualian”
Solidaritas Pemuda Mahasiswa Aceh Selatan Serukan Dukungan Moral untuk Pemerintah dan Kepemimpinan Bupati H. Mirwan

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 16:28 WIB

Kajari Karo Lantik Tiga Pejabat Struktural, Tekankan Integritas dan Profesionalisme

Sabtu, 5 September 2026 - 16:37 WIB

Pemkab Karo Bantah Konflik Kepentingan dalam Penyaluran CSR Beasiswa ke SMA Unggul Bina Kasih Nusantara

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:55 WIB

Polres Simalungun Bantah Penerbitan SIM Baru di Layanan SIM Keliling, Keberatan Foto Kapolres Digunakan Tanpa Konfirmasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Siswa SD Seberaya Meninggal Setelah Vaksinasi, Dinas Pendidikan Karo Akui Tak Terima Laporan Kegiatan

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Sulit Dikonfirmasi Awak Media, Akses Komunikasi Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Karo Dipertanyakan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:32 WIB

𝙋𝙚𝙣𝙚𝙗𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙆𝙖𝙮𝙪 𝙂𝙪𝙣𝙖 𝙈𝙚𝙢𝙗𝙖𝙣𝙜𝙪𝙣 𝙂𝙚𝙧𝙚𝙟𝙖, 𝙅𝙚𝙨𝙚 𝙏𝙤𝙜𝙖𝙩𝙤𝙧𝙤𝙥 𝙅𝙖𝙡𝙖𝙣𝙞 𝙎𝙞𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞 𝙋𝙉 𝙆𝙖𝙗𝙖𝙣𝙟𝙖𝙝𝙚

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:58 WIB

𝙍𝙚𝙡𝙖𝙬𝙖𝙣 𝙋𝙞𝙣𝙠 𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙁𝙤𝙧𝙪𝙢 𝙋𝙚𝙩𝙖𝙣𝙞 𝘽𝙪𝙣𝙜𝙖 𝙆𝙖𝙧𝙤 𝙈𝙚𝙣𝙙𝙖𝙩𝙖𝙣𝙜𝙞 𝙆𝙖𝙣𝙩𝙤𝙧 𝘿𝙞𝙨𝙥𝙚𝙧𝙞𝙣𝙙𝙖𝙜 𝙆𝙖𝙧𝙤

Senin, 13 Juli 2026 - 14:27 WIB

Dari Pengakuan Marga Purba Dari Kesain Rumah Jahe Status Kepemilikan Tanah Lokasi RSUD Kabanjahe Menemui Babak Baru

Berita Terbaru

SUBULUSSALAM

Putusan NO Tak Menghapus Jejak Dokumen dalam Sengketa Lae Saga

Sabtu, 5 Sep 2026 - 23:08 WIB

error: Content is protected !!