Judi Tembak Ikan Kembali Marak di Merek, Diduga Dapat Perlindungan Oknum Bersenjata

NASIONAL TRIBUN

- Redaksi

Minggu, 16 November 2025 - 00:57 WIB

50373 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karo — Aktivitas perjudian jenis tembak ikan kembali memunculkan keresahan di tengah masyarakat Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Fenomena ini bukan hanya menjadi kekhawatiran sosial, tetapi juga menyoroti indikasi lemahnya penegakan hukum serta dugaan keterlibatan aparat dalam praktik yang bertentangan dengan hukum tersebut.

Pantauan di lapangan menunjukkan sedikitnya beberapa titik lokasi judi tembak ikan kembali beroperasi secara terbuka di wilayah hukum Polres Tanah Karo. Di sejumlah tempat, aktivitas berlangsung tanpa terlihat rasa khawatir terhadap tindakan aparat keamanan. Mesin-mesin tembak ikan berukuran besar terlihat aktif digunakan para pemain dengan transaksi uang tunai berlangsung dari siang hingga malam.

Informasi dari warga sekitar, yang meminta identitasnya dirahasiakan karena alasan keamanan, mengungkap adanya dugaan keterlibatan oknum berseragam dalam memberi “perlindungan” terhadap arena perjudian tersebut. Mereka menduga bahwa meskipun lokasi dikelola oleh warga sipil, namun terdapat campur tangan atau dukungan dari oknum militer yang menyulitkan upaya penertiban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sangat kecewa. Sudah lama kami berteriak, melapor, berharap ada keberanian aparat untuk menindak. Tapi sampai sekarang tetap tidak disentuh. Mungkin karena yang di belakang mereka ada oknum yang menggunakan seragam loreng,” ujar salah satu warga, Sabtu (15/11/2025), saat ditemui di sekitar lokasi.

Keresahan masyarakat bukan tanpa alasan. Mereka menilai kehadiran praktik judi secara terbuka dapat berdampak buruk terhadap lingkungan sosial sekitar, khususnya generasi muda. Ketergantungan pada perjudian dan meningkatnya aktivitas ekonomi gelap disebut-sebut akan memberi pengaruh buruk dalam waktu yang tidak lama. “Kami khawatir anak-anak di sini terbiasa melihat perjudian seolah itu hal yang biasa. Ini sangat merusak moral,” ujar warga lainnya.

Menanggapi isu yang berkembang dan menyebar hingga ke tingkat nasional, Kepala Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) I/2-1 Kabanjahe, Kapten CPM Agus Setiawan, menyatakan pihaknya telah mengetahui laporan tersebut dan sedang menindaklanjuti temuan di lapangan. “Kemarin sudah ada juga wartawan yang menyampaikan informasi itu. Kami langsung lakukan penyelidikan ke lokasi,” ujarnya saat dihubungi, Jumat malam.

Ia membenarkan bahwa lokasi yang diduga menjalankan praktik judi tersebut tidak dijalankan oleh personel militer, melainkan oleh warga sipil. Namun dengan adanya tudingan bahwa ada perlindungan dari pihak berseragam, ia mengatakan pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Polres Karo untuk menelusuri kebenaran informasi tersebut. “Karena yang menjalankan sipil dan jika memang ada keterlibatan militer sebagai beking, tentu kami perlu koordinasi dengan Polres untuk penanganannya,” jelasnya.

Kapten Agus juga menjadwalkan akan memenuhi undangan resmi dari Polres Tanah Karo pada Senin, 17 November 2025 guna membahas isu ini secara lebih detail. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi titik awal kerja sama antarpenegak hukum untuk memberantas praktik judi yang disebut-sebut kian masif dan semakin berani.

Di sisi lain, munculnya kembali perjudian jenis ini secara terbuka di wilayah hukum Tanah Karo turut mencuatkan kritik tajam terhadap kinerja aparat penegak hukum. Publik mempertanyakan komitmen pemberantasan praktik ilegal tersebut, yang selama ini digencarkan secara nasional namun tidak menunjukkan hasil konkret di tingkat daerah. Pernyataan seperti “berantas judi hanya slogan” mulai mengemuka di tengah masyarakat.

Kondisi ini memperlihatkan jarak antara semangat pemberantasan yang digaungkan dan realitas di lapangan. Bagi masyarakat, upaya memberantas judi tidak akan berarti jika masih dilakukan setengah hati, terlebih jika tidak menyentuh pihak-pihak yang diduga berada di balik layar operasional.

Dalam konteks penegakan hukum, keberpihakan dan integritas menjadi tuntutan utama. Hukum harus tegak tanpa pandang bulu, dan tindakan nyata lebih dibutuhkan daripada janji berulang-ulang yang kian kehilangan makna. Masyarakat menaruh harapan agar aparat di Karo tidak hanya hadir sebagai penonton, melainkan mampu menjaga kepercayaan publik dengan tindakan tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran, dari akar persoalan hingga jaringan di baliknya. (TIM)

Berita Terkait

𝙋𝙚𝙣𝙚𝙗𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙆𝙖𝙮𝙪 𝙂𝙪𝙣𝙖 𝙈𝙚𝙢𝙗𝙖𝙣𝙜𝙪𝙣 𝙂𝙚𝙧𝙚𝙟𝙖, 𝙅𝙚𝙨𝙚 𝙏𝙤𝙜𝙖𝙩𝙤𝙧𝙤𝙥 𝙅𝙖𝙡𝙖𝙣𝙞 𝙎𝙞𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞 𝙋𝙉 𝙆𝙖𝙗𝙖𝙣𝙟𝙖𝙝𝙚
𝙍𝙚𝙡𝙖𝙬𝙖𝙣 𝙋𝙞𝙣𝙠 𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙁𝙤𝙧𝙪𝙢 𝙋𝙚𝙩𝙖𝙣𝙞 𝘽𝙪𝙣𝙜𝙖 𝙆𝙖𝙧𝙤 𝙈𝙚𝙣𝙙𝙖𝙩𝙖𝙣𝙜𝙞 𝙆𝙖𝙣𝙩𝙤𝙧 𝘿𝙞𝙨𝙥𝙚𝙧𝙞𝙣𝙙𝙖𝙜 𝙆𝙖𝙧𝙤
Dari Pengakuan Marga Purba Dari Kesain Rumah Jahe Status Kepemilikan Tanah Lokasi RSUD Kabanjahe Menemui Babak Baru
Peduli Pendidikan Ketua Bawaslu Karo dan Warga Desa Kuta Bangun Berikan Beasiswa Serta Penghargaan Kepada Anak Sekolah Saat Kerja Tahun
Peduli Pendidikan Ketua Bawaslu Karo dan Warga Desa Kuta Bangun Berikan Beasiswa Serta Penghargaan Kepada Anak Sekolah Saat Kerja Tahun
Kasatpol PP Karo : Sudah Dua Kali Kami Memberi Surat Peringatan Kepada Pedagang Kaki Lima Tapi Diabaikan
Bersama Cegah Banjir: Langkah Kecil, Dampak Besar
LKPJ Bupati Karo Tahun 2025 : DPRD Berikan Rekomendasi Membangun Untuk Akselerasi Good Governance

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:33 WIB

Tak Kenal Lelah, Warga Lhung Tarok Bantu TNI Bangun Pondasi Tower Demi Air Bersih untuk Masyarakat

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:18 WIB

Kodim Abdya Kembali Bangun Infrastruktur Desa, Jembatan Aramco Resmi Rampung di Cot Bak’u

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:31 WIB

Kodim 0110/Abdya Bangun Jembatan Aramco, Petani Sebut Sangat Membantu Angkut Hasil Panen

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:43 WIB

Gol Kapten Safaruddin Antar Legend 0110 Abdya ke Final Piala Pangdam IM U-43 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:01 WIB

Dominasi Sejak Awal, Tim Legend Abdya Pastikan Tempat di Semifinal Piala Pangdam IM U-43

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:57 WIB

Gotong Royong TNI-Warga, Pembangunan Jembatan Beton di Gunung Cut Dipercepat

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:52 WIB

Kodim Abdya Bangun Jembatan Beton untuk Buka Akses Vital Petani Desa Gunung Cut

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:19 WIB

Babinsa Intens Dampingi Program Air Bersih TNI AD, Penyaluran ke Rumah Warga Segera Disiapkan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!